Fakta Menarik Burung Maleo Endemik Asli Indonesia

Fakta Menarik Burung Maleo Endemik Asli Indonesia

Fakta Menarik Burung Maleo Endemik Asli Indonesia – Setiap tanggal 21 November di peringati sebagai Hari Maleo Sedunia atau World Maleo Day. Maleo sendiri merupakan nama burung endemik dari Indonesia tepatnya Pulau Sulawesi. Burung Maleo memiliki nama latin Macrocephalon maleo. Kemudian Hari Maleo Sedunia pertama kali di peringati pada 2020 kemarin dalam kegiatan festival Maleo yang di gelar oleh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di wisata alam Lombongo pada 21 November 2020. Dari lama resmi Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone tanggal 21 November di pilih di karenakan tanggal itu pada 21 tahun lalu dilepas liarkan anak Maleo untuk pertama kali hasil konsevasi semi alami.

1. Hanya Bisa Ditemui di Sulawesi

Burung Maleo merupakan satwa endemik Sulawesi yang tidak bisa di temui di tempat lain diseluruh dunia. Taman Nasional Lore Lindu kabarnya menjadi habitat asli Burung Maleo. Burung ini menjadi khas dari Provinsi Sulawesi Tengah. Nah, Maleo banyak di temukan di daerah Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah bisa di bilang. Luwuk merupakan rumah bagi spesies burung terestrial ini.

2. Mirip Ayam

Burung ini memiliki penampakan seperti ayam dengan warna hitam dan putih yang dominan. Yang membedakan keduanya hanya pada bagian leher yang sedikit lebih panjang dan paruh kuningnya yang cenderung lebih tebal. Kulit di sekitar matanya berwarna kuning. Paruhnya warna jingga keabuan dan memiliki tinggi sekitar 55 cm.

3. Sangat Terancam Punah

Meski asli Sulawesi dan tidak bisa di temukan di tempat lainnya. Tetap nasib Maleo sunggu malang kini status konservasinya sudah ada di level Endangered alias terancam punah. Karena ulah manusia yang sering memburu Maleo dna telurnya untuk di konsumsi. Selain itu, Burung Maleo juga hanya bertelur sebutir dalam setiap musim. Faktor ini juga yang membuat keberadaan satwa ini kian mengalami kepunahan. Aktivitas pariwisata dan pembukaan lahan sawit di tuding menjadi salah satu penyebab kurangnya populasi satwa endemik Sulawesi tersebut.

Baca Juga : Cara Mudah Melatih Burung Jalak Kebo Bicara dengan Mudah dan Lancar

4. Burung Setia

Yang unik dari Burung Maleo ini adalah mereka merupakan hewan yang monogami alias setia terhadap pasangan sepanjang hidupnya. Maleo jantan hanya sekali menikah dna tidak kawin dengan betina lainnya selama dia hidup. Maleo itu merupakan hewan yang sangat setia dengan pasangannya. Dia hanya kawin dengan satu betina saja. Jika pasangannya mati dia akan ikut mati. Padahal mereka sekali bertelur tidak banyak. Pantas jika mereka hampir punah.

5. Ada Ritual Khusus

Dulu warga lokal Luwuk kerap berburu Maleo untuk mengkonsumsi telurnya. Tapi sekarang warga sudah mulai sadar bahwa Maleo adalah satwa langka yang harus di lindungi. Bahkan warga setiap tahunnya sellau mengadakan ritual Tumpe yang bernuansa mistis. Ritual ini di gelar untuk penghormatan terhadap telur Maleo dan tentunya menjaga kelestarian burung tersebut.

6. Tidak Mengerami Telurnya

Jika burung lain selalu mengerami telurnya hingga menetas. Beda halnya dengan burung Maleo, mereka tidak pernah mengerami telurnya malah mereka menguburnya kedalam pasir. Oleh karena itu ukuran telurnya sangat besar. Ukurannya bisa lima kali lipat lebih besar dari telur ayam biasa. Saking besarnya setelah bertelur biasanya Maleo betina akan pingsan karena kehabisan tenaga.

7. Tersisa 8000-14000 Individu dan Terus Menurun

Secara global menempatkan burung maleo sebagai spesies terancam dengan populasi yang menurun terus menerus. Menampilkan data di tahun 2016 dengan lingkup penilaian global mencantumkan populasi Maleo masih di kisaran 8000-14000 individu dewasa. Dengan catatan spesies ini menurun sangat cepat karena kombinasi ancaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *