Arsip Tag: Habitat Burung Maleo

Fakta Menarik Burung Maleo Yang Harus Di Ketahui

Fakta Menarik Burung Maleo Yang Harus Di Ketahui – Burung maleo adalah salah satu burung endemik asal Indonesia. Ini bisa di temui di pulau sulawesi, mereka hidup di dataran rendah tropis dan hutan bukit. Meski demikian, terkadang mereka bersarang di daerah berpasir terbuka, tanah vulkanik, atau pantai yang memiliki panas terik. Di bawah ini ada beberapa fakta menarik burung maleo yang harus di ketahui.

Hewan Yang Setia Pada Pasangannya

Salah satu sifat unik lain yang di miliki oleh burung ini adalah setia pada pasangannya. Tidak banyak hewan yang setia pada pasangannya, tapi burung maleo termasuk hewan yang sangat setia pada pasanganya. Burung ini hanya akan memiliki satu pasangan saja sepanjang hidupnya. Walaupun pasangannya mati, ia akan tetap setiap dan tidak akan mencari pasangan pengganti. Bahkan jika yang mati adalah si jantan, pasangan betinanya tidak akan pernah bertelur lagi. Sifat setia tersebut biasa di namakan monogami. Hal ini bisa di buktikan dengan aktivitas keseharian maleo jantan yang sangat sedikit. Ia bahkan lebih suka hidup berdampingan dengan pasangannya, untuk saling menjaga dan melindungi.

Lebih Suka Berjalan Dari Pada Terbang

Meskipun termasuk dalam hewan jenis burung, burung maleo di ketahui tidak suka terbang. Burung ini lebih suka menggunakan kakinya untuk berjalan. Itu lah penyebabnya mereka sering di sebut lebih mirip seperti ayam dari pada burung. Hal ini maleo lakukan karena makanannya ada di permukaan tanah, sehingga mereka akan lebih mudah mencarinya dengan berjalan. Makanan burung maleo antara lain biji-bijian, buah-buahan, dan serangga kecil.

Tidak Mengerami Telurnya

Tidak seperti burung lain yang mengerami telurnya sendiri, burung maleo menetaskan telurnya dengan menguburkanya di dalam pasir. Hal ini di akibatkan oleh ukuran telurnya yang sangat besar jika di bandingkan dengan ukuran burung maleo sendiri. Masih di tambah dengan waktu pengeraman yang lama, sekitar 62-85 hari. Semua fakta tersebut menyulitkan burung maleo untuk mengerami telurnya secara langsung. Biasanya lubang yang di gali burung maleo mempunyai kedalam lebih dari 50 cm. Untuk memperoleh suhu pengeraman yang tepat, burung ini mengukur suhu lubang yang ia buat. Dan menggunakan punuk atau tanduk di bagian atas kepalanya sebagai alat ukur. Temperatur untuk meletakkan telur-telurnya. Anak burung ini akan keluar sendiri dari dalam tanah setelah menetas. Biasanya ia membutuhkan waktu 2 hari untuk bisa keluar ke permukaan tanah dan mulai hidup mandiri.

Baca Juga: Fakta Menarik Cowbird yang Suka Menitip Sarang

Ada Ritual Khusus

Dulu warga lokal luwuk kerap berburu maleo untuk mengkonsumsi telurnya. Tapi sekarang warga sudah mulai sadar bahwa maleo adalah satwa langka yang harus di lindungi. Bahkan warga setiap tahunnya selalu mengadakan ritual tumpe yang bernuansa mistis. Ritual ini di gelar untuk penghormatan terhadap telur maleo dan tentunya menjaga kelestarian burung tersebut.

Hewan Endemik Indonesia

Hewan ini menjadi hewan endemik Indonesia, tepatnya di pulau sulawesi. Artinya, hewan tersebut hampir tidak pernah di temukan di tempat lain di Indonesia. Walaupun begitu, tidak semua tempat di sulawesi dapat di temukan burung maleo. Burung ini hanya ada di hutan tropis dataran rendah pulau sulawesi, seperti di gorontalo, sulawesi tengah, dan burung ini juga bisa di temukan di maluku. Hal ini di akibatkan oleh menurutnya populasi dari tahun ke tahun. Salah satu tempat yang masih banyak di jumpai burung maleo adalah di desa taima, kecamatan bualemo, kabupaten banggai, sulawesi tengah.