Arsip Tag: Habitat Hutan Hujan

Fakta Menarik Burung Julang Emas Yang Belum Di Ketahui

Fakta Menarik Burung Julang Emas Yang Belum Di Ketahui – Burung tropis yang juga bisa kamu temui di Indonesia adalah julang emas. Mereka berada dalam famili buceratidae dan memiliki nama ilmiah rhyticeros undulatus. Ukurannya sedang, tubuhnya sepanjang 75-90 sentimeter, jangan seberat 1,68-3,65 kilogram dan betina 1,36-2,69 kilogram. Di bawah ini ada beberapa fakta menarik burung julang emas.

Melakukan Perjalanan Jauh, Tapi Tidak Bermigrasi

Fakta sebelumnya menyebutkan bahwa julang emas bisa melakukan penerbangan jarak jauh untuk mencari makan. Tapi perlu kamu ingat bahwa mereka tidak sedang bermigrasi. Julang emas jantan di pakke tiger reserve di beri GPS pelacak pada saat musim kawin, di temukan bahwa jarak harian minimal yang di jangkaunya mencapai 24,8 kilometer. Mereka bisa menyebarkan benih hingga jarak 10.8 kilometer dari area bersarangnya.

Sistem Perkawinan Julang Emas

Sebagai monogami, julang emas setia pada pasangannya dan merawat anaknya bersama. Mereka biasanya bersarang di lubang pepohonan atau di kaki bukit ketinggian hingga 2.560 meter. Sarangnya di tempatkan 18-28 meter di atas permukaan tanah. Menariknya, betina ternyata menggunakan kotoran atau lumpur untuk menutupi lubang sarang agar telurnya terlindungi dari pemangsa. Walaupun begitu, ada celah kecil yang di buat agar jantan bisa mengirimkan makanan pada mereka. Betina bertelur 1-3 butir yang dieraminya sendiri selama 40 hari. Setelah menetas, anaknya tetap bersama induk selama 111-137 hari, biasanya hingga masa bersarang selesai.

Betina Menjaga Dan Membesarkan Anak Dari Lubang Sarang

Mereka membutuhkan lubang pohong alamu sebagai tempat tinggal semnetara individu betina, sekaligus untuk melindungi dirinya dan anaknya dari predator. Burung ini akan berada dalam sarang ini selama masa bertelur, hingga sang anak di nilai siap untuk belajar terbang. Nah, lubang alami pada pohon tersebut kemudian di tutup menggunakan tanah, kotoran, lumpur, dan sisa makanan, sampai besar lubang tersebut hanya sebesar paruh mereka saja. Tempat tersebut akan di gunakan sebagai jalur jantan menyuapi betina dengan makanan yang sudah ia kumpulkan dari hutan, juga sebagai pintu mengeluarkan kotoran atau fesesnya.

Baca Juga: Daftar Burung yang Memiliki Sayap Namun Tidak Bisa Terbang

Punya Teknik Makan Yang Unik

Spesies ini punya teknik makan unik yang di sebut sebagai ballistic foof transport. Mereka memegang makanan berukuran besar di ujung paruhnya, setelahnya mengangkat dan menggerakan kepalanya ke belakang agar bisa menelan makanan secara utuh. Salah satu manfaat dari teknik ini yaitu mengurangi persaingan terhadap sumber daya makanan. Buah berukuran kecil bisa di makan oleh burung berukuran kecil. Selain itu, teknik ini meminimalisir kerusakan pada biji buah. Biji-bijian tersebut melewati saluran pencernaan dan bisa di keluarkan secara utuh. Karenanya, peluang biji untuk berkecambah dan menjadi tanaman baru lebih tinggi di bandingkan dengan menggunakan teknik makan biasa.

Bagaimana Cara Berkomunikasi

Vokasi utama dari julang emas adalah suara keras yang terdiri dari dua nada, terdengar seperti ku kak atau wuff-wuff. Panggilannya singkat tapi di ulang tiga kali atau lebih saat bertengger dan terbang. Ada jiga panggilannya bernada lebih tinggi dan keras, bisa terdengar dari jarak jauh. Ketika sedang menyuaran panggilannya, mereka memperlihatkan kantong tenggerokan berwarna cerah dan menggerakkan kepalanya ke atas. Panggilan lainnya berupa nada rendah dan terdengar seperti gonggongan.

Merupakan Satwa Dimorfik

Julang emas merupakan satwa termasuk dimorfik, yaitu satwa yang dengan penampakan berbeda antara jantan dan betinanya. Perbedaan jenis kelamin dari burung ini dapat di lihat dari warna temboloknya, warna kepala, dan warna bulu pada tengkuk.