Arsip Tag: kebiasaan burung lokal

Fakta Menarik Burung Perkutut Yang Harus Di Ketahui

Fakta Menarik Burung Perkutut Yang Harus Di Ketahui – Burung perkutut masih menjadi burung favorit masyarakat Indonesia untuk di pelihara. Pasalnya, burung perkutut yang punya kicau khas ini juga bisa menjadi sahabat bagi para pemilliknya. Namun, tahukah bahwa burung perkutut memiliki fakta menarik di bawah ini.

Sangat Mudah Di Temukan Di Asia Tenggara

Perkutut sangat mudah di temukan di daerah asia tenggara, wilayah penyebaran alaminya sendiri mencakup indonesia, singapura,thailand, filipina, dan malaysia. Namun sekranga populasinya sudah meluas dan ia bisa di temukan di luar wilayah penyebaran alami tersebut. Saking luasnya sekarang perkutut sampai-sampai bisa di temukan di kaledonia baru, mauritius, laos, sampai hawaii. Habitatnya sendiri cukup beragam, burung kecil ini bisa menghuni semak-semak, kebun, taman, hutan, sampai area pemukiman. Umumnya ia menghuni dataran rendah yang memiliki suhu hangat namun terkadang burung ini juga bisa di temukan di dataran tinggi. Selama ada makanan, tempat persembunyian, dan tempat berkembang biak yang nyaman maka perkutut bisa tinggal di mana pun.

Sering Di Jadikan Peliharaan Di Indonesia

Burung ini sangat populer sebagai hewan peliharaan, mau itu anak-anak, remaja, sampai orang dewasa pasti ada saja yang memelihara hewan ini. Umumnya perkutut di pelihara di dalam kandang yang mana kandanga ini di taruh di halaman depan atau belakang rumah. Ada dua hal utama yang membuat burung ini populer, yaitu perawatannya yang mudah dan suaranya yang di sukai banyak orang. Bahkan saking populernya burung ini sering di lombakan. Lomba tersebut merupakan lomba kicauan yang mana burung dengan kicauan atau suara terbaik akan menjadi pemenang.

Perkutut Mengerami Telur Bersama Pasangan

Pasangan burung ini biasanya membangun sarang dengan berbagai macam ranting dan tongkat. Mereka dapat membangun sarang di pohon atau semak, bukan di tanah seperti beberapa spesies merpati. Burung perkutut betina biasanya bertelur sebanyak dua buah, dan akan mengerami telur bersama dengan pasangannya. Masa inkubasi telur berlangsung sekitar dua minggu, dan anak perkutut biasanya akan menjadi dewasa setelah berusia tiga minggu.

Baca Juga: Fakta Menarik Burung Parkit Yang Belum Di Ketahui

Perburuan Ilegal Mengancam Populasi Burung Perkutut

Aktivitas manusia saat ini menyebabkan penurunan tajam populasi burung perkutut. Salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup mereka adalah perburuan ilegal. Para peneliti memperkirakan bahwa pemburu secara ilegal menembak setengah juta burung setiap tahun. Perusakan habitat juga menjadi masalah utama bagi kelangsungan hidup burung perkutut.

Merupakan Omnivor Yang Suka Memakan Rumput Dan Serangga

Umumnya makanan utama burung ini adalah rerumputan dan biji-bijian. Namun jika ada kesempatan perkutut juga bisa memakan serangga dan invertebrata kecil. Kemungkinan beberapa spesies invertebrata seperti semut, cacing, rayap, ulat, kumbang, kepik, dan larva serangga jadi beberapa hewan yang masuk menu makanannya. Ia juga bukan burung yang berburu dengan cara mengintai mangsa sembari terbang atau dari atas pohon. Perkutut lebih suka berjalan santai di rumput, kebun, atau taman sembari mencari makanan kesukaannya. Dalam banyak kesempatan burung ini juga terlihat mencari makan berdua seperti pasangan. Burung ini juga tak terlalu takur akan predator karena warna counter shading di tubuhnya jadi salah satu kamuflase yang cukup efektif.

Mempunyai Sifat Pemalu

Burung perkutut mempunyai sifat pemalu, hal ini terjadi sebab habitat asli burung ini ada di hutan. Sehingga saat di jadikan hewan peliharaan burung ini cenderung lebih diam.