Fakta dan Mitos Menarik dari Burung Kedasih yang Licik

Fakta dan Mitos Menarik dari Burung Kedasih yang Licik

Fakta dan Mitos Menarik dari Burung Kedasih yang Licik – Burung kedasih merupakan nama lain dari burung wiwik atau plaintive cuckoo. Burung ini merupakan suku cuculidae yang bisa kamu temukan di kawasan hutan dan perkebunan. Perilaku burung kedasih berbeda dari burung-burung lain. Karakter burung kedasih di anggap menjengkelkan hingga menjadi parasit bagi jenis burung tertentu. Memiliki ukuran yang kecil yaitu 23 cm. Burung ini sering bersembunyi di hutan rimbun atau semak. Biasanya bagian kepalanya berwarna abu-abu, sayap, punggung, ekor berwarna coklat keabu-abuan serta tubuh bagian bawah berwarna merah karat. Sedangkan burung yang masih muda memiliki coklat terang pada punggung.

1. Memiliki Sifat Licik

Burung kedasih ini di kenal sebagai burung yang licik karena tidak pernah membuat sarang untuk bertelur dan mengerami telurnya. Induk betina burung ini selalu menitipkan telur-telurnya di sarang burung yang ukuran sarangnya lebih kecil, seperti burung prenjak. Telur-telur tersebut akan di erami dan di rawat sampai besar oleh burung prenjak. Alasan mengapa burung kedasih melakukan perbuatan ini adalah untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup telurnya. Menghindari risiko predasi atau gangguan manusia terhadapnya sarangnya sendiri. Namun beberapa tuan rumah ada yang menyadari adanya telur yang tidak mirip dengan telur mereka dan membuangnya. Dalam dunia biologi perilaku ini di nama nest paratism, biasanya memiliki burung lain yang memiliki ukuran, bentuk, dan warna telurnya.

2. Memiliki Suara yang Mengerikan

Trirani Vera menjelaskan, burung kedasih memiliki suara kicauan yang panjang dan juga menakutkan. Kicauan burung ini terdengar seperti seorang perempuan yang memanggil-memanggil, tertawa kencang dan memekik. Suara burung kedasih terkenal sangat unik dan berbeda. Membuatnya menonjol antara burung lainnya. Di kenal memiliki suara yang mampu membuat bulu kuduk merinding. Suara tertawa ini seperti dari dunia lain sulit untuk di pahami mengapa burung ini memiliki kemampuan untuk mengeluarkannya. Sering kali di sebut suara horor dari hutan.

Baca Juga : Beberapa Jenis Burung Peliharaan Termahal di Dunia

3. Perilaku Anak Burung yang Nakal

Telur yang di titipkan kepada burung prenjak akan di erami hingga menetas. Setelah telur burung kedasih menetas. Bayi burung tersebut akan membuang telur-telur burung prenjak. Pada akhirnya, hanya burung kedasih yang memiliki sisa dan burung prenjak yang merupakan penghuni sarang asli tidak lagi memiliki telur. Memiliki taktik yang licik untuk mendapatkan persedian dari anak-anak burung yang masih bergantung pada orang tua mereka. Anak burung yang masih membutuhkan perawatan dan perhatian tinggi dari burung dewasa, burung kedasih ini dengan bijaksana memanfaatkan situasi dengan berpura-pura sebagai anak burung yang kelaparan dan kekurangan makanan.

4. Pola Makan Burung Kedasih

Burung kedasih merupakan insektivora atau pemakan serangga. Ia memakan ulat atau larva serangga yang terdapat di hutan. Oleh karena itu burung kedasih berfungsi sebagai pengendali populasi serangga di Hutan. burung ini membasmi ulat dan larva secara alami.

5. Habitat Burung Kedasih

Buku yang berjudul Burung-Burung Agrofest Sumatera. Panduan lapangan yang di tulis oelh Asep Ayat. Nah, Burung Kedasih memeiliki habitat seperti hutan terbuka, perkebunan, agrofest dan pekarangan.

6. Mitos Burung Kedasih

Ada mitos yang mengatakan bahwa burung kedasih ini di percaya sebagai burung kematian. Apabila burung ini datang dan berkicau maka akan terjadi musibah dan malapetaka di dalam suatu keluarga yang di datangi. Masyarakat Jawa pada zaman dahulu sering menggunakan tembang untuk menghindari burung kedasih. Salah satu tembang dhandanggula yang berjudul Kidung Rumeksa Ing Wengi. Tembang tersebut di percaya sebagai penghalau segala malapetaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *