Beberapa Jenis Burung di Dunia yang Berstatus Punah – Kepunahan suatu makhluk hidup adalah hal yang sering terjadi. Punahnya berbagai jenis makhluk hidup adalah hal yang sering terjadi. Punahnya berbagai jenis makhluk hidup di muka bumi merupakan peristiwa punahnya dinosaurus akibat jatuhnya asteroid bumi. Meski demikian, dalam beberapa dekade terakhir. Kepunahan, percepatan laju kepunahan ini di sebabkan oleh berbagai macam kegiatan yang di lakukan oleh manusia. Contohnya seperti perluasan lahan yang menyebabkan hilangnya habitat, pemanasan global dan introduksi spesies asing. Tercatat sudah tiga jenis burung mengalami kepunahan, satu jenis burung sudah punah dan sudah tidak bisa di temukan di alam liar.
1. Cryptic Treehunter
Cryptic treehunter adalah burung endemik yang berasal dari Brazil. Burung ini hanya dapat di temukan di hutan barat daya Brazil. Burung ini hanya bisa kamu temukan di hutan barat daya Brazil, salah satu daerah yang mengalami tingkat deforestasi paling tinggi di dunia. Kemiripannya dengan burung Alagoa Foliage-gleaner menjadikan burung ini baru di identifikasi sebagai spesies baru pada tahun 2014 sehingga data tentang ekologi dan populasinya masih sedikit. Sayangnya, burung ini di perkirakan telah mengalami kepunahan sebelum sempat di teliti dengan lebih lanjut.
2. Alagoas Foliage-gleaner
Statusnya di nyatakan punah, Alagoas Foliage-gleaner adalah burung endemik brazil lainnya yang sudah di nyatakan punah dalam dekade ini. Burung ini hanya bisa di temukan di daerah Alagoas dan Pernambuco di barat daya Brazil. Populasi burung ini sudah menurun secara drastis akibat adanya konversi hutan menjadi perkebunan tebu dan illegal-logging. Spesies ini terakhir kali di temukan di tahun 2011 dan telah di nyatakan punah oleh pemerintah Brazil sejak tahun 2014.
Baca Juga : Beberapa Jenis Burung Peliharaan Termahal di Dunia
3. Poo-uli
Poo-uli adalah burung endemik yang berasal dai Maui, Pulau Hawaii. Saat pertama kali di identifikasi pada tahun 1973, di perkirakan ada sekitar 100 hingga 200 ekor poo-uli di daerah hutan 1973. Di perkirakan bahwa ada sekitar 100 hingga 200 ekor poo-uli di daerah hutan Ohi’a. Jumlah rersebut menurun drastis ketika pada tahun 1995 dan hanya di temukan tiga ekor poo-uli saja. Salah satu tersebut sempat di tangkap pada bulan September 2004 namun berakhir mati pada bulan November 2004.
4. Makaw Spix
Spix’s macaw adalah burung yang memiliki habitat alami di Sao Francisco, Brazil dan sempat menjadi tokoh utama dalam film animasi Disney, Rio. Burung ini telah mengalami penurunan populasi yang sangat cepat sehingga pada tahun 1987-1988 di perkirakan hanya ada tiga ekor saja yang masih hidup di alam dengan ketiga-tiganya berada dalam posisi di tangkap untuk di perjualbelikan secara illegal. Satu ekor makaw spix yang seluruhnya hidup di penangkaran. Penurunan populasi makaw spix yang seluruhnya hidup di penangkaran. Penurunan populasi makaw spix di perkirakan di sebabkan oleh adanya perburuan ilegal dan deforestasi habitat.
5. Trulek Jawa
Trulek Jawa adalah spesies endemik asal pulau Jawa yang bisa di temukan di sekitar daerah berair seperti sungai, muara dan rawa. Habitat aslinya di perkirakan berada dipadang rumput terbuka sepanjang pantai utara di Jawa Barat dan pantai selatan di Jawa Timur. Di daerah Lamongan dan Lumajang, burung ini di kenal dengan nama Kruwok, Pruwok dan Plirik. Terakhir kali di temukan pada tahun 1940 di delta Citarum. Burung ini sangat jarang di temukan sehingga tidak ada bukti fotografi maupun spesimen baru yang di temukan. Meskipun demikian, masyarakat lokal pernah beberapa kali melaporkan keberadaan burung tersebut pada tahun 2013.